Hacker Peretas Ratusan Situs Ternyata Berasal dari Kampus Ini

Hacker Peretas Ratusan Situs Ternyata Berasal dari Kampus Ini

Hacker Peretas Ratusan Situs Ternyata Berasal dari Kampus Ini – Seorang Peretas (hacker) adalah ahli komputer yang terampil yang menggunakan pengetahuan teknis mereka untuk mengatasi masalah. Sementara “peretas” dapat merujuk ke setiap programmer komputer yang terampil, istilah ini telah menjadi terkait dalam budaya populer dengan “peretas keamanan”, seseorang yang, dengan pengetahuan teknisnya, menggunakan bug atau exploit untuk membobol sistem komputer.

Tertangkapnya tiga hacker Surabaya yang tergabung dalam Komunitas Surabaya Black Hat (SBH) menggemparkan Sekolah Tinggi Komunikasi (Stikom) Surabaya. Pasalnya ketiganya merupakan mahasiswa aktif perguruan tinggi swasta ini.

Seperti diketahui 3 orang warga Surabaya dibekuk polisi karena melakukan Download Poker IDNPlay peretasan. Para pelaku melakukan hacking dengan meretas kurang lebih 600 website/sistem elektronik di dalam Indonesia dan Luar Negeri serta meminta sejumlah uang melalui metode pembayaran akun PayPal dan Bitcoin dengan alasan biaya jasa.

1. Ketiganya mahasiwa Fakultas Teknologi dan Informatika Stikom

Humas Stikom Surabaya, Sugiharto Adhi Cahyono membenarkan bahwa ketiga pemuda asal Surabaya yang meretas (hacker) situs internasional merupakan mahasiswa aktif Fakultas teknologi dan informatika Stikom Surabaya.  Mereka yang sedang diamankan oleh Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bekerjasama dengan FBI adalah KPS (21), NA (21) dan ATP (21).

“Semuanya adalah mahasiswa Stikom, ketiganya satu jurusan dan satu angkatan, di Fakultas teknologi dan informatika, prodi sistem informasi,” ujar Sugiharto Adhi Cahyono.

2. Ketiga hacker masih semester 6

Sugiharto menerangkan kalau ketiga hacker ini mahasiswa yang masih duduk disemester 6. Ia mengungkapkan ketiganya kalau di kampus dilihat kepribadian tidak pernah melakukan pelanggaran.

“Jujur saja sempet kaget setelah pihak kami mendengar tentang itu, karena keduanya itu tergolong mahasiswa dengan nilai akademisi yang tergolong cukup,” kata Sugiharto.

3. IPK ketiganya tergolong tinggi

Tiga Hacker Peretas Ratusan Situs Ternyata Berasal dari Kampus Ini

Sugiharto menambahkan mereka tergolong mahasiswa yang rajin. Terbukti, ketiganya memiliki IPK 3 dan dengan catatan tergolong baik. “Kalau terlibat hal itu  mungkin itu karena terpengaruh akktifitas diluar kampus,” pungkasnya.

Saat ini, penggunaan utama “peretas” sebagian besar mengacu pada penjahat komputer, karena penggunaan media massa dari kata tersebut sejak 1990-an. Ini termasuk apa yang disebut peretas gaul “script kiddies”, orang-orang yang membobol komputer menggunakan program yang ditulis oleh orang lain, dengan sedikit pengetahuan tentang cara mereka bekerja. Penggunaan ini telah menjadi begitu dominan sehingga masyarakat umum sebagian besar tidak menyadari bahwa ada makna yang berbeda.[