Inilah Budaya & Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun

Inilah Budaya & Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun

Inilah Budaya & Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun – Tradisi atau kebiasaan adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu. Jika kebiasaan sudah diterima oleh masyarakat dan dilakukan secara berulang, maka segala tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan akan dirasakan sebagai perbuatan yang melanggar hukum.

Merayakan ulang tahun adalah hal yang menyenangkan. Tak hanya sebatas makan-makan dan kumpul bersama keluarga, perayaan ulang tahun bisa menjadi ucapan syukur karena telah diberi umur panjang untuk bisa berkumpul bersama keluarga lagi.

Ternyata, tradisi perayaan ulang tahun di tiap negara berbeda, termasuk di Korea, guys! Korea memiliki kebudayaan unik dalam peringatan hari ulang tahun. Penasaran? Yuk, simak Download Poker IDNPlay budaya perayaan ulang tahun di Korea!

1. Perhitungan umur di Korea Selatan berbeda dengan perhitungan umur pada umumnya

Unik, 5 Budaya dan Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun!

Dalam menentukan umur, Korea memiliki dua perhitungan, yaitu perhitungan usia internasional dan usia korea. Yang pasti, usia korea akan lebih tua satu hingga dua tahun daripada usia internasional.

Singkatnya, bayi yang baru lahir sudah berusia satu tahun. Umur mereka akan bertambah lagi ketika tahun baru lunar (seollal ; 설날). Misalnya, Jeon Jungkook lahir pada tahun 1 September 1997. Dalam usia internasional, saat ini ia berusia 23 tahun. Namun, saat seollal (설날) nanti, dia akan berusia 25 tahun.

2. Ada beberapa makanan wajib saat ulang tahun

Unik, 5 Budaya dan Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun!

Saat hari ulang tahun akan terasa kurang lengkap jika tidak ada sup rumput laut (miyeokguk ; 미역국). Awalnya, sup rumput laut ini sering kali dikonsumsi oleh para ibu sehabis melahirkan karena rumput laut kaya akan nutrisi untuk proses pemulihan. Sehingga, memakan sup rumput laut saat ulang tahun mereka merupakan salah satu upaya untuk mengenang kasih ibu yang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan mereka.

Tak hanya sup rumput laut, orang korea juga percaya memakan mie dan kue beras saat ulang tahun akan membawa keberuntungan. Bentuk mie yang panjang menandakan umur yang panjang dan hidup sehat. Sedangkan memakan dan membagi kue beras sebanyak-banyaknya kepada kerabat, tetangga, dan saudara dipercaya akan mendatangkan keberuntungan

3. Wajib ada perayaan untuk umur-umur tertentu

Unik, 5 Budaya dan Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun!

Perayaan merupakan salah satu bentuk ucapan syukur karena masih diberikan kehidupan. Setiap pertambahan umur tentunya tak kalah istimewa dan harus disyukuri. Namun, budaya Korea memiliki waktu tertentu dalam merayakannya. Mereka biasanya merayakan ulang tahun dengan mewah pada hari ke 100, dua tahun, 60, 70, dan 80 tahun, lho!

  • 100 hari (baek-il ; 백일)
    Pada zaman dulu ketika pengetahuan medis masih minim, tingkat kematian bayi sangatlah tinggi. Oleh karena itu, ketika bayi saat itu berhasil berumur 100 hari, orang tua akan mengadakan perayaan ulang tahun sebagai bentuk ucapan syukur.

Namun, ketika sang bayi sakit pada saat berumur 100 hari, orang tua tidak akan mengadakan pesta, karena ini dipercaya membawa kesialan bagi sang bayi! Nah, kebiasaan ini tetap lestari hingga saat ini meski perkembangan medis sudah jauh lebih maju. Orang tua korea akan merayakan 100 hari sang bayi yang sehat. Tak lupa, mereka juga akan berbagi kue beras sebanyak-banyaknya yang bisa dipercaya membawa keberuntungan bagi sang bayi!

  • 2 tahun (dool janchi ; 돌잔치)
    Seperti yang sudah kita tahu, bahwa umur di Korea berbeda dengan umur internasional. Dool (돌) sendiri artinya dua. Sedangkan janchi (잔치) artinya perayaan. Artinya, perayaan ini diadakan ketika sang bayi berusia dua tahun usia korea, atau setara dengan umur satu tahun internasional.

Yang menjadi highlight dalam perayaan ini adalah Dooljabi (돌잡이), yaitu acara untuk “meramalkan” kehidupan sang bayi. Bayi akan duduk di depan meja yang berisi banyak makanan dan benda. Benda tersebut bisa seperti microphone, stetoskop, buku dan alat tulis, uang, alat gambar, dan lainnya. Benda-benda ini bisa dimodifikasi sendiri sesuai dengan perkembangan zaman.

Harapannya, benda pertama yang dipegang dan diambil sang bayi akan mencerminkan kehidupannya di masa depan. Misalnya sang bayi ambil microphone, sang bayi akan menjadi penyanyi. Jika bayi mengambil stetoskop, maka bayi akan menjadi dokter. Jika bayi mengambil buku dan alat tulis, maka sang bayi nantinya akan pintar dalam belajar dan menjadi akademisi. Jika mengambil uang, maka nantinya sang bayi menjadi sukses dan kaya. Dan jika sang bayi mengambil alat gambar, maka sang bayi akan menjadi seniman. Ya, mirip dengan upacara adat tedak sinten kalau di Indonesia, guys!

  • 60, 70, dan 80 tahun (hwangap, chilsun, palsun ; 환갑, 칠순, 팔순)
    Zaman dulu, sangat jarang orang Korea yang bisa mencapai usia 60 tahun, apalagi 70 dan 80 tahun karena keterbatasannya ilmu medis. Oleh karena itu, ketika orang tua mereka berhasil berusia 60 tahun dalam keadaan yang sehat, mereka akan merayakannya. Namun, karena saat ini perkembangan medis sudah jauh lebih baik, mencapai usia 60 tahun bukanlah suatu hal yang susah.

Mereka hanya akan makan-makan dengan keluarga terdekat di restoran. Sedangkan untuk perayaan usia 70 tahun dan 80 tahun, hingga saat ini masih sering ditemui. Mereka akan mengadakan pesta yang besar dan dihadiri oleh keluarga besar. Namun ada juga beberapa dari mereka yang memilih untuk tidak mengadakan pesta, melainkan berdonasi bagi mereka yang membutuhkan.

4. Remaja Korea lebih memilih untuk memberikan hadiah digital

Unik, 5 Budaya dan Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun!

Memberikan hadiah atau kado di zaman sekarang tidak sesulit dulu. Kalau dulu, kita suka bingung mau memberi kado apa yang cocok. Kalau sekarang, hanya bermodalkan internet dan handphone, kita bisa memberikan kado berupa voucher yang bisa ditukarkan sesuai dengan keinginan mereka yang sedang berulang tahun. Karena sangat praktis, banyak remaja Korea yang memilih untuk memberikan kado seperti ini, lho!

5. Yang ulang tahun, yang traktiran!

Unik, 5 Budaya dan Tradisi di Korea Saat Berulang Tahun!

Sama seperti di Indonesia, biasanya makan-makan bersama teman dan kerabat dekat merupakan salah satu cara untuk menghabiskan waktu di hari ulang tahun. Kalau bisanya di Korea, orang tertua yang membayar bill restoran saat makan di hari biasa, lain ketika makan di hari ulang tahun lho, guys! Mereka yang sedang berulang tahun hari itu akan bersedia untuk membayar seluruh tagihan bill restoran. Hal ini dikarenakan sudah menjadi tradisi bahwa pengundang akan membayar tagihan makanan