Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon

Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon

Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon – Seorang Peretas (hacker) adalah ahli komputer yang terampil yang menggunakan pengetahuan teknis mereka untuk mengatasi masalah. Sementara “peretas” dapat merujuk ke setiap programmer komputer yang terampil, istilah ini telah menjadi terkait dalam budaya populer dengan “peretas keamanan”, seseorang yang, dengan pengetahuan teknisnya, menggunakan bug atau exploit untuk membobol sistem komputer.

Bos Amazon, Jeff Bezos, dilaporkan sebagai korban peretasan setelah mendapatkan pesan dari akun WhatsApp personal milik Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada 2018 lalu. Laporan itu diungkap oleh sumber yang mengaku tahu langsung soal investigasi tersebut kepada The Guardian pada Selasa (21/1).

Menurut analisis digital forensik terhadap smartphone milik orang terkaya di dunia itu, nomor yang digunakan MBS mengirimkan Deposit Club388 Indonesia pesan enskripsi yang dipercaya berisi fail berbahaya dan kemudian menginfiltrasi gawai tersebut. Arab Saudi membantah laporan ini.

1. Data dalam volume besar diambil dari smartphone Bezos

Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon

Berdasarkan pengakuan sumber itu, Bezos dan MBS sempat bertukar pesan dan pada 1 Mei 2018 fail yang dimaksud dikirimkan dari nomor sang Putra Mahkota. Setelahnya, data dalam volume besar diambil dari smartphone Bezos dalam hitungan jam. Tidak dibocorkan mengenai data apa saja yang dimaksud dan bagaimana penggunaannya.

Bezos sendiri merupakan pemilik The Washington Post, sebuah media di mana Jamal Khasshogi pernah menjadi kolumnis. Jurnalis tersebut dibunuh secara brutal di kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 atau lima bulan sejak smartphone Bezos disebut telah diretas.

2. MBS dipercaya dipakai sebagai penyambung agar tidak ada yang curiga

Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon

Orang terkaya dunia dan seorang Pangeran Mahkota Arab Saudi saling kenal dan berkirim pesan bukan merupakan sesuatu yang aneh. Dilansir The New York Times, sumber dari investigasi itu menduga MBS menjadi alat penyambung untuk melakukan peretasan. Ini demi menghindari kecurigaan.

Penyelidikan terhadap smartphone Bezos dimulai pada tahun lalu setelah The National Enquirer mempublikasikan foto-foto dan pesan pribadi yang mesra antara Bezos dan mantan wartawan bernama Lauren Sanchez. Bezos menduga bahwa ini dilakukan atas motif politik karena ia pemilik The Washington Post.

3. Penasihat Bezos menuduh Arab Saudi di balik peretasan

Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon

Sejak itu, konsultan keamanan Bezos, Gavin de Becker secara terbuka menuduh pemerintah Arab Saudi sebagai dalang peretasan. Apalagi The Washington Post secara disiplin memberitakan kematian Khasshogi. Menurut investigasi CIA, MBS orang yang menginstruksikan eksekusi terhadap wartawan yang sangat vokal mengkritik kerajaan Islam itu.

Dalam sebuah opini yang dipublikasikan The Daily Beast pada Maret lalu, de Becker menulis “para investigator dan sejumlah pakar kami menyimpulkan dengan kepercayaan tinggi” bahwa Arab Saudi mendapatkan informasi pribadi dengan cara meretas smartphone Bezos.

Hanya saja, ia tak mengungkapkan detil tentang ini dan apakah teks serta foto yang dirilis The National Enquirer berasal dari peretasan tersebut. American Media, perusahaan induk The National Enquirer, membantah ada keterlibatan Arab Saudi. Mereka mengaku menerima informasi dari saudara Sanchez.

4. Arab Saudi menegaskan tak melakukan peretasan

Pangeran Mahkota Arab Saudi Diduga Retas Smartphone Bos Amazon

Kedutaan Arab Saudi di Washington DC pun membantah bahwa pihaknya berada di balik peretasan yang dimaksud. “Laporan-laporan media baru-baru ini yang menyebut Kerajaan berada di balik peretasan telepon Jeff Bezos adalah absurd,” cuit kedutaan lewat Twitter.

“Kami meminta adanya penyelidikan tentang klaim-klaim tersebut agar kami bisa mempublikasikan semua fakta-faktanya,” tambah mereka. Sementara itu, baik Bezos maupun pengacara pribadinya, William Isaacson, menolak untuk berkomentar.

The Guardian melaporkan bahwa Agnes Callamard, pelapor khusus PBB yang menyelidiki kematian Khasshogi, sudah melihat hasil laporan dari pihak Bezos. PBB disebut tengah mempertimbangkan untuk menggunakannya dalam investigasi dan meminta penjelasan Arab Saudi.